Program Makan Bergizi Gratis (MBG (SPPG)) telah menjadi salah satu penggerak terbesar perdagangan bahan pangan di Indonesia. Hingga akhir Agustus 2026, Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat sekitar 27.485 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG (SPPG) yang sudah beroperasi di seluruh Indonesia.
Setiap dapur tersebut membutuhkan pasokan beras, sayur, telur, daging, ikan, susu, dan bumbu setiap hari kerja. BGN bahkan pernah menyebut bahwa sekitar 70% dana yang masuk ke rekening virtual setiap SPPG dipakai untuk membeli bahan baku. Inilah alasan mengapa kata kunci "cara menjadi supplier MBG (SPPG)" ramai dicari pelaku usaha, petani, peternak, hingga distributor.
Namun, kondisi program di akhir 2026 sudah berbeda dibanding tahun lalu. Artikel ini membahas peluang yang masih terbuka, syarat legalitas yang wajib dipenuhi, dan hal-hal yang perlu Anda waspadai.
Catatan: Artikel ini khusus membahas pemasok bahan baku untuk dapur MBG (SPPG). Jika Anda ingin mengelola dapur SPPG sebagai mitra BGN, baca panduan Pendirian CV untuk Mitra MBG (SPPG) 2026 dan Yayasan MBG (SPPG): Kunci Cair Dana Mitra SPPG.