KBLI menentukan apakah pengajuan API Anda diterima atau ditolak. Bea Cukai dan Kementerian Perdagangan akan memverifikasi kesesuaian antara KBLI di NIB dengan aktivitas yang Anda ajukan.
Peta KBLI untuk Kegiatan Ekspor-Impor
KBLI | Cakupan | Cocok untuk |
46100 | Perdagangan besar atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak | Agen, broker, makelar yang tidak memiliki barang |
46900 | Perdagangan besar berbagai macam barang | Trader multikomoditas tanpa spesialisasi |
462xx | Perdagangan besar hasil pertanian dan hewan hidup | Eksportir kopi, kakao, rempah, hortikultura |
463xx–466xx | Perdagangan besar barang spesifik | Importir/eksportir dengan fokus komoditas tertentu |
Kategori C (10xxx–33xxx) | Industri pengolahan | Produsen yang mengimpor bahan baku atau mesin sendiri |
Praktik yang lebih aman: pilih KBLI spesifik sesuai komoditas utama Anda, bukan langsung mengambil kode paling umum. Beberapa komoditas punya persyaratan izin yang sangat detail, dan KBLI yang terlalu luas justru menyulitkan saat mengurus izin sektoral.
Kesalahan Paling Sering: Memilih KBLI Ritel
Ini penyebab penolakan API yang paling umum.
KBLI 47xxx adalah perdagangan eceran — penjualan langsung ke konsumen akhir. Kalau Anda mendaftarkan KBLI ritel lalu mengajukan API-U, pengajuan akan ditolak karena perusahaan Anda tidak dikategorikan sebagai importir atau distributor.
Kegiatan impor untuk diperdagangkan memerlukan KBLI perdagangan besar, yaitu kategori 46xxx.
Kalau Anda memang menjual ke konsumen akhir sekaligus mengimpor, KBLI ritel tetap bisa ditambahkan sebagai KBLI pendukung — tapi KBLI utamanya harus perdagangan besar.
Pemetaan KBLI ini termasuk yang paling sering perlu dibahas kasus per kasus, karena bergantung pada komoditas dan model bisnis. Tim layanan pendirian PT Bisnislegal biasa membantu menyusun struktur KBLI sebelum akta dibuat, sehingga tidak perlu revisi setelah NIB terbit.